Kamis, 26 Februari 2015

Beruntung Saya Tak Harus Operasi Kanker Payudara

Beruntung Saya Tak Harus Operasi Kanker Payudara - Diana (38), Blitar-Jawa Timur, Sejak tahun 2009 saya menderita penyakit kanker pa­yu­da­ra, ha­­sil mamografi dan USG menunjukkan bahwa secepatnya sa­ya ha­rus melakukan operasi. Namun saya enggan melakukan ope­ra­si, sa­ya lebih memilih untuk mencari pengobatan alternatif, ke­mu­­dian sa­ya juga mendatangi klinik-klinik herbal di Jakarta, tapi ti­dak banyak membantu. Saya akhirnya ke Pe­nang, Malaysia. Di sa­na saya dibiopsi dan dok­­ter menyatakan harus segera operasi kanker payudara agar kan­ker ti­dak menyebar ke bagian tubuh lain. Saya tetap tidak mau dioperasi.

Saya juga sempat berobat  tradisional di Johor Baru, ke­mu­di­an saya pulang ke Indonesia dan bertemu Bapak Ferry se­sa­ma pe­­numpang pesawat. Kami saling bercerita mengenai tujuan ka­mi menuju negeri Jiran, beliau merasa kaget mendengar cerita sa­ya, ia mengatakan untuk apa pergi jauh-jauh ke negeri se­be­rang ka­­lau ternyata di negeri sendiri merupakan gudangnya obat her­bal.

Disarankan oleh Bapak Ferry untuk mengonsumsi minuman her­­bal dari PT. Bintang Sejagat Internasional. Setelah itu saya men­­coba konsumsi K-Muricata obat herbal kanker payudara, 3 kali sehari dan Ama­zon Berries 2 kali sehari. Pertama kali minum, saya merasa mual, pegal-pe­gal, diare bah­kan sedikit pendarahan setelah me­ngon­sum­si­nya. Saya me­rasa sangat takut, mengapa penyakitnya malah ber­tam­bah pa­rah, dengan penuh khawatir saya bertanya pada Ba­pak Ferry ten­tang apa yang saya alami.

Ternyata dengan santai Ba­pak Ferry menjelaskan, bah­wa hal ter­sebut merupakan hal bia­sa yang dialami oleh se­se­orang yang mempunyai pe­nya­kit se­rius se­perti saya. Menurutnya hal ter­se­but ada­lah healing crisis, ar­ti­nya produk sedang bereaksi mem­­­bong­­kar penyakit dan nan­ti­nya akan se­gera sembuh.

Penjelasan tersebut mem­bu­at saya yakin dan percaya, bah­wa K-Mu­ricata adalah obat kanker tradisional yang mampu me­nyem­buhkan penyakit saya, ka­re­na se­te­lah 2 min­ggu saya me­ngon­sumsi badan terasa lebih ba­ik dan ti­dak lagi mengalami diare apa lagi pendarahan.

Sebulan kemudian saya menjumpai dokter, untuk melakukan ma­­mografi, dokter kaget merasa saya datang hanya untuk mo­mo­grafi. Ha­silnya, alhamdulillah kanker ganas yang akan me­nye­bar ke organ la­in di tubuh saya kini telah jinak, darah sudah kem­ba­li normal. Dok­ter mengatakan bahwa saya telah mendapatkan muk­­jizat, saya katakan bah­wa mukjizat tersebut da­tang­nya me­la­lui herbal kanker payudara alami K-Muricata. Dok­ter terdiam dan tak pa­ham apa mak­sud sa­ya, dalam hati saya berkata ti­dak masalah yang penting sa­ya bi­sa sembuh.

Sampai saat ini, saya masih mengonsumsi obat herbal kanker payudara K-Muricata un­­­tuk dapat menetralkan dan mencegah adanya bibit kanker lain. Te­­rima kasih saya ucapkan kepada Tuhan dan Bapak Ferry, se­mo­ga Tuhan selalu memberkati kita, Amin ■

Semoga kisah ibu Diana dari Blitar Tak Harus Operasi Kanker Payudara ini bisa menjadi pengalaman yang lain. Terima kasih


EmoticonEmoticon